Prosedur Pembuatan Akta Kematian

Terakhir diupdate: April 10, 2020
You are here:
Estimasi waktu membaca 1 menit

Artikel ini menjelaskan cara dan alur pembuatan akta kematian di Indonesia

Persyaratan umum

Akta kematian dibuat di domisili orang yang meninggal tersebut.

Bila terjadi kematian dengan identitas yang jelas akibat hilang atau meninggal tidak ditemukan jenazahnya, pelaporan kematian dilakukan ke pejabat pencatatan sipil dan dilakukan pencatatan setelah ditetapkan pengadilan.

Bila dalam kasus kematian yang tidak jelas identitasnya, pencatatan didasarkan oleh keterangan kepolisian.

Berkas yang dibutuhkan

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk Almarhum/Almarhumah.
  • Fotokopi KTP pelapor.
  • Fotokopi KTP saksi.
  • Fotokopi Akta Kelahiran/Perkawinan/SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia).
  • Surat Keterangan Dari Rumah Sakit.
  • Surat Pengantar Kematian dari Kelurahan.

Cara pembuatan

Kematian yang terjadi di suatu daerah, wajib dilaporkan oleh ketua RT atau orang lain di domisili penduduk tersebut ke dinas catatan sipil paling lambat 30 hari sejak tanggal kematian. Pejabat Catatan Sipil akan mencatat pada register akta kematian dan menerbitkan kutipan akta kematian.

Was this article helpful?
Dislike 0
Dilihat: 9